Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Blog
RSS icon Email icon
  • THE ROLE OF RELIGION IN THE FORMATION OF ETHICS EDUCATION SOCIAL BROTHERHOOD AND PEACE (Studies in Malaysia and Indonesia)

    Posted on November 24th, 2010 tobroni No comments

    Oleh: Prof. Dr. Tobroni, M.Si.[1]

    En. Asyraf Isyraqi[2]

    ABSTRACT

    As an allied nation, it appears logical and Malaysia faced various problems which are similar. Some time ago, Indonesia was tested with a variety of horizontal conflicts and other violence or irregularities are not moral values such as corruption, violation of ethics and moral, liberal democracy that went too far so that violate moral values as a nation and akhlakul karimah East and religious nation . The problem that is almost the same but in a smaller scale and still in control also occurs in Malaysia.

    These problems then raises questions about the role and contribution of the Islamic Religious Education in the form of social ethics. Despite the growth variable is actually a very complex problem, but often directly or indirectly connected with the failure of religious education in schools. Questions like these are considered legitimate because the source of many problems is due to ethical and moral crisis, while the role of religious education is to form students have a morality and a noble moral character.

    The role of Islamic education in shaping the social ethic of brotherhood and peace as developed in the schools studied are as follows: Husnuzhan (be kind to one other suspect). Tasamuh (tolerate the taste, knitting harmony), Takrim (casting awards, reap the honor), Tafahum (maintaining mutual understanding, build mutual understanding), Amanah (maintaining the trust, taking responsibility), Ihsan (knit solidarity, demanding the sacrifice), Fastabiqul Khayrat ( racing achievement), reconciliation (peacefully resolve the conflict), ‘Afw (plant forgiveness, reap forgiveness), sulh (build a culture of peace in your life together). (2) non-violence: ‘adl (upholding the balance, reaching for justice), Lyn (softness-violent anti-fruit of mercy and good deeds). Salam (peace in the hearts of peace on earth).

    ABSTRAK

    Sebagai Bangsa serumpun, Indoesia dan Malaysia menghadapi berbagai permasalahan yang hampir serupa. Beberapa waktu yang lalu, Bangsa Indonesia diuji dengan berbagai konflik horizontal dan berbagai tidak kekerasan maupun penyimpangan nilai-nilai moral seperti korupsi, pelanggaran etika dan susila, demokrasi liberal yang kebablasan sehingga melanggar nilai-nilai moral dan akhlakul karimah sebagai bangsa Timur dan bangsa yang religius. Permasalahan yang hampir sama tetapi dalam skala yang kecil dan masih terkendali juga terjadi di Malaysia.

    Berbagai permasalahan tersebut lantas memunculkan pertanyaan tentang peranan dan sumbangan Pendidikan Agama Islam dalam membentuk etika sosial. Walaupun variabel berkembangnya permasalahan tersebut sesungguhnya sangat kompleks, namun seringkali secara langsung maupun tidak langsung dihubungkan dengan kegagalan pendidikan agama di sekolah. Pertanyaan seperti ini dianggap sah-sah saja karena sumber dari berbagai permasalahan tersebut adalah akibat adanya krisis etika dan moral, sedangkan peranan pendidikan agama adalah membentuk anak didik memiliki moralitas dan akhlak budi pekerti yang mulia.

    Peranan pendidikan Agama Islam dalam membentuk etika sosial persaudaraan dan perdamaian sebagaimana dikembangkan di sekolah-sekolah yang diteliti adalah sebagai berikut: Husnuzhan ( berbaik sangka pada sesama). Tasamuh (menenggang rasa, merajut harmoni), Takrim (menebar penghargaan, menuai kehormatan), Tafahum (memelihara saling pengertian, membangun kesepahaman), Amanah (memelihara kepercayaan, memikul tanggung jawab), Ihsan (merajut solidaritas, menuntut pengorbanan), Fastabiqul Khayrat (berlomba meraih prestasi), Islah ( mengurai konflik secara damai), ’Afw (menanam maaf, mengetam ampunan), Sulh (membangun budaya damai dalam kehidupan bersama). (2) anti kekerasan: ’Adl (menegakkan keseimbangan, menggapai keadilan), Lyn (kelembutan-anti kekerasan- buah dari rahmat dan ihsan). Salam (damai di hati damai di bumi).


    [1] Prof. Dr. Tobroni, M.Si. adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan pada tahun 2009 (Januari 2009-Januari 2010) menjadi Visiting Associate Professor di University of Malaya Kuala Lumpur Malaysia.

    [2] En. Asyraf Isyraqi adalah Fello SLAI pada Akademi Pengajian Islam University of Malaya malaysia

    Leave a reply

    Captcha Garb (1.5)