Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Blog
RSS icon Email icon
  • KIAT PENGEMBANGAN PTM Lessons Learned dari McGill University 2

    Posted on November 27th, 2010 tobroni No comments

    Prof. Dr. Tobroni, M.Si.[i]

    (bagian 2 dari tiga tulisan)

    Pada bagian pertama dikemukakan bahwa keberhasilan membangun sebuah perguruan tinggi dilakukan dengan merubah apa yang ada dalam diri manusianya, berupa pola pikir, perilaku dan budaya. Apa yang dicapai oleh manusia yaitu sesuatu yang besar pada awalnya adalah kecil, sesuatu yang sempurna pada awalnya tidak sempurna, dan seterusnya. Siapa yang memulai dan melakukan perubahan? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah factor manusia yang bekerja dalam lembaga itu. Faktor penting berikutnya yang pada umumnya kurang mendapatkan perhatian di Indonesia adalah: pembinaan mahasiswa pada tahun pertama, strategi perekruitan mahasiswa baru dan beasiswa, dan penjaminan mutu dan jaminan kerja bagi lulusan.

    Pembinaan Mahasiswa Tahun Pertama.

    McGill University dan pendidikan di kanada pada umumnya sangat memperhatikan dan peduli terhadap persoalan dan kebutuhan mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa tahun pertama pada khususnya. Mahasiswa tahun pertama pada umumnya masih menghadapi banyak persoalan seperti terkait dengan pengenalan budaya kampus, keterampilan belajar (skill of learning), mengenali diri (self concept), gambaran masa depan, pergaulan, budaya, bahasa, tempat tinggal/pemondokan, lingkungan masyarakat, dan mungkin juga masalah keuangan dan sarana-prasarana belajar. Disamping itu mahasiswa tahun pertama umumnya juga masih labil secara kepribadian, dan belum yakin akan pilihannya. Karena itulah pembinaan kemahasiswaan yang lebih difokuskan pada mahasiswa tahun pertama adalah pilihan yang strategis. Keberhasilan pembinaan tahun pertama terbukti akan membawa dampak yang besar bagi keberhasilan studi selanjutnya. Sebaliknya kegagalan pembinaan pada tahun pertama bisa berakibat fatal baik bagi mahasiswa yang bersangkutan maupun lembaga. Tidak sedikit mahasiswa yang merupakan lulusan SMA terbaik mengalami kegagalan di perguruan tinggi. Mereka gagal karena tidak memperoleh pembinaan pada waktu yang tepat dan pola pembinaan yang efektf. Mahasiswa tahun pertama juga rawan “pembinaan” kelompok-kelompok di luar kampus seperti kelompok-kelompok keagamaan yang fundamentalis, jaringan narkoba; pergaulan bebas; dan lain sebagainya.

    Di McGill University, pembinaan mahasiswa tahun pertama dilakukan dalam sebuah organisasi yang disebut “Dean of First Student” (Dekan Mahasiswa Tahun Pertama), yaitu lembaga selevel  dekan tetapi di tingkat universitas. Lembaga ini menangani urusan mahasiswa tahun pertama, bukan hanya persoalan minat dan bakat, tetapi juga persoalan akademik, pribadi dan bahkan sosial. Bentuk pembinaan mahasiswa  tahun pertama dipusatkan pada antara lain: hubungan yang humanis dan interpersonal dengan dosen wali/dosen penasehat, orientasi studi, matrikulasi studi, perkuliahan yang efektif, remedial, pengembangan learning skill, skill of leadership, skill of IT (information technology),  pengembangan kepribadian, pengembangan bahasa, olahraga, rekreasi, konseling, tutorial, student aid (financial), pemondokan, dan berbagai layanan lainnya. Dengan intensitas kegiatan yang tinggi, variatif dan efektif, mahasiswa diharapkan tidak hanya terbina dengan baik dan mencapai tujuan pembinaan yang diharapkan, tetapi juga merasa et home dan  bahagia.

    Pengembangan skill of learning meliputi: strategi belajar efektif, penulisan karya ilmiah, book review, mengenal dan memimpin berbagai bentuk kegiatan ilmiah dll. Pelatihan Skill of IT meliputi: keahlian komputer, internet (registrasi, perkuliahan dan  kepustakaan). Pengembangan skill of leadership meliputi: pelatihan kepemimpinan, effective meeting, effective team dll; dan pengembangan personality berisi tentang pengembangan kepribadian sebagai seorang akademisi, profesional, dan beragama.

    Bagi perguruan tinggi swasta semacam PTM, pembinaan mahasiswa tahun pertama memiliki makna strategis tambahan, yaitu memantapkan pilihan mahasiswa dan dalam rangka perekruitan calon mahasiswa berikutnya. Harus diakui bahwa masih banyak mahasiswa masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah bukan sebagai pilihan pertama sehingga masih kemungkinan  goyah (belum mantap) atas pilihannya itu dan ada kemungkinan akan mencoba lagi masuk PTN pada tahun berikutnya. Ini adalah realitas yang harus diakui walaupun kualitas antara PTM yang baik dengan PTN belum tentu kalah. Masuk PTN bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih menjadi dambaan. Apabila mahasiswa tahun pertama PTM dibina dengan baik dan mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan kepuasan, besar kemungkinan ia akan berubah pikiran, dan bahkan akan  merasa sangat beruntung tidak jadi kuliah di PTN.

    Nilai strategis kedua adalah, mahasiswa tahun pertama memiliki ikatan yang kuat dengan adik kelasnya (kelas tiga dan dua) dan asal sekolahnya. Biasanya mereka masih sering mendatangi sekolah asalnya dan bercerita kepada guru dan adik-adik kelasnya. Kalau mereka merasa puas, niscaya akan mempromosikan kampusnya. Hal ini merupakan promosi yang nilainya paling murah tetapi paling utama dan paling efektif (gethok thular). Promosi lewat booklet atau leaflet penting untuk mengetahui informasi lebih dalam. Sedang promosi lewat iklan di telivisi hanya akan menambah kesan adanya komersialisasi pendidikan. Apalagi kalau iklan itu dilakukan pada masa  akhir penerimaan mahasiswa baru atau setelah pengumuman seleksi masuk PTN, justru semakin tidak bernilai promoti karena mengesankan perguruan tinggi yang bersungkutan masih kekurangan peminat dan memperebutkan “barang sortiran”.

    Yang menjadi persoalan adalah apa yang diberikan universitas atau pola pembinaan yang bagaimana yang diberikan kepada mahasiswa tahun pertama? Ibarat tamu hotel, mahasiswa tahun pertama harus diberikan layanan tambahan plus plus plus sehingga merasa diistimewakan atau merasa tersanjung. Bentuk layanan plus itu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Bentuk-bentuk layanan itu dapat dikategorikan dalam : pertama layanan yang bersifat pribadi seperti informasi pemondokan, layanan konseling, layanan konsultasi akademik kepada dosen penasehat akademik. , dan tujuan universitas dalam rangka mencapai standar kompetensi lulusan.

    Perekrutan Mahasiswa Baru dan Beasiswa

    McGill University adalah perguruan tinggi yang sangat terkemuka di dunia, akan tetapi kegiatan promosi dalam rangka perekrutan mahasiswa baru  memperoleh prioritas dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. McGill University menyebut kegiatan promosi sebagai “yield strategy”, yaitu promosi dengan berbagai macam cara. Mereka  menyelenggarakan pameran pendidikan di berbagai negara, menyelenggarakan pesta bagi lulusan SMA, mencetak brochure, leaflet, dan berbagai bentuk promosi lainnya lewat media massa (cetak dan elektronik), surat-menyurat, telephon dan email. Intinya segala macam cara dilakukan untuk promosi. Tujuannya tentu saja adalah untuk memperkokoh citra dan kepercayaan masyarakat terhadap McGill dan megundang lulusan SMA sebanyak-banyaknya melamar menjadi  calon mahasiswa McGill University. Semua ini  berdampak pada semakin tingginya partisipasi masyarakat, kredibilitas dan reputasi McGill semakin berkibar dan pada gilirannya pendaftar calon mahasiswa baru melimpah, dan McGill dapat menseleksi untuk memperoleh input yang paling berkualitas. Calon mahasiswa terbaik dan mahasiswa berprestasi kemudian diberi beasiswa sehingga  mereka semakin bersungguh-sungguh dalam belajar.

    Dengan cara tersebut McGill benar-benar mendapatkan calon mahasiswa terbaik dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Proses pembelajaran dapat berjalan secara dinamis, dan pada gilirannya akan menghasilkan lulusan dengan standar internasioanal dan semakin membesarkan nama McGill University di kancah internasional. Dengan memiliki kualitas lulusan yang baik, McGill University semakin dipercaya stake holder pemakai lulusan untuk senantiasa memberikan bantuan dan merektuit lulusan McGill University.

    Jaminan Mutu dan Jaminan Kerja

    Sebagai perguruan tinggi kelas dunia, McGill minimal memberikan dua jaminan yaitu jaminan mutu lulusan dan jaminan kerja. Dua hal ini sangat sulit dipenuhi oleh perguruan-perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta. Jaminan mutu lulusan dicapai dengan proses pendidikan yang baik dengan cara merekruit dosen-dosen terbaik, fasilitas pendidikan yang lengkap dan layanan prima, dan dukungan IT (information technology). Jaminan mutu dapat dicapai apabila masing-masing perguruan tinggi memiliki dan menerapkan standar kompetensi lulusan (SKL). Tetapi anehnya banyak perguruan tinggi di Indonesia yang belum memiliki SKL.

    Jaminan kerja yang relevan dengan profesi/keahlian bagi lulusan McGill University tidak terlalu sulit diwujudkan karena McGill University memiliki link and math dengan stake holder pengguna lulusan (perusahaan, organisasi, pemerintah, dlsb) tidak hanya dalam negeri Kanada melainkan di seluruh dunia.  Bagi lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, McGill University menyediakan layanan dalam wadah CaPS (Career  and Promotion Services).  Lembaga ini dikepalai oleh seorang direktur dan memiliki beberapa departemen. Fungsi lembaga ini antara lain sebagai bursa kerja (penyedia, penyalur, perekruitan tenaga kerja), net working dengan pengguna lulusan dan alumni, konsultasi, dan training dalam berbagai bidang/jurusan sesuai dengan permintaan pengguna dan kondisi tenaga kerja yang ada. Paling lama enam bulan lulusan McGill University sudah memperoleh pekerjaan.


    [i] Ketua Program Sudi Magister Ilmu Agama Islam UMM Malang

    Leave a reply

    Captcha Garb (1.5)